Berbagi Ilmu Dan Pengalaman Melalui Blog. ( It's My Imagination and My Creativity ).

iklan banner
iklan banner

Pengertian IQ, SQ, EQ



Kali ini saya akan men-share sedikit tentang apa itu EQ, IQ, dan SQ. Baiklah untuk lebih jelasnya, silahkan baca artikel dibawah ini.

IQ    >  Intellectual Intelligence   >  Left Brain        >   Kecerdasan Intelektual
SQ   >  Spiritual Intelligence       >  Whole Brain    >   Kecerdasan Spiritual
EQ   >  Emotional Intelligence    >  Right Brain      >   Kecerdasan Emosional

      Acuan lain tentang beberapa jumlah potensi yang terkandung dalam diri kita adalah temuan ahli yang kita adalah temuan ahli yang kita kenal dengan sebutan IQ ( Kecerdasn Inteleqtual ),  EQ ( Kecerdasan Emosional ), SQ ( Kecerdasan Spiritual ).

     IQ ialah jenis kecerdasan yang diasaskan pada kandungan di dalam diri kita berupa kemampuan menalar (logika), kemampuan mengungkapkan (linguistik), atau kemampuan mengkalkulasikan (matematika),  atau kecerdasan pikiran dalam pengertian otak (intelektual).

    EQ ialah jenis kecerdasan yang diasaskan pada kandungan dalam diri kita berupa kesadaran (awareness), kemauan/dorongan (motivasi), keseimbangan/kontrol (self regulation),  atau hubungan ke luar dan ke dalam (human relationship), atau ada yang menyingkat EQ ialah jenis kecerdasan yang bertumpu pada kemampuan mengolah perasaan mood and affect.

      SQ ialah jenis kecerdasan yang diasaskan pada kandungan ketuhanan (God Spot) dalam diri kita yang berperan sebagai pusat (center). Kandungan inilah yang menghasilkan suara hati yang menunjukkan kita tentang apa yang benar dan kebenaran yang sudah kita yakini benar.

      Kita saksikan dari sini bahwa semua orang memiliki ke-3nya. Semua orng punya pikiran yang bekerja untuk menghitung dan menalar, punya perasaan yang bekerja untuk merasakan/menyadari sesuatu; dan punya hati yang bekerja untuk meyakini kebenaran/menunjukkan apa yang benar. Tetapi yang berbeda adalah, digunakan untuk apa ketiga potensi (kecerdasan) itu ? Berbicara tentang orientasi penggunaan, maka yang menentukan tentu bukan kecerdasannya tetapi manusianya.

Mungkin cukuo sekian dari saya, semoga bermanfaat bagi yang membacanya.
0 Comments